Siapakah yang Akan Menjadi Presiden Indonesia ke-7

Mungkin terlalu cepat untuk menanyakan siapa yang akan menjadi presiden Indonesia yang ke 7 namun ada baiknya kita menerawangnya dari segi politik maupun supranatural...



Ramalan dari segi politik:



Sebentar lagi kita akan di kejutkan dengan pemilihan presiden republik Indonesia yang ke-7, nah! disini saya mencoba mengulas sedikit tentang siapa orang yang akan menjadi nomor satu di republik Indonesia, tentu di perlukan analisa yang mendalam dengan cara menggabungkan rasional dengan pskis, agar dapat menemukan tentang ramalan presiden Indonesia yang ke-7.

Sering kita mendengar maupun membaca tentang perdebatan mengenai presiden ke-7 Indonesia, tetapi hari ini saya mencoba mengulas dengan meramal tentang presiden Indonesia ke-7, agar dapat gambaran melalui mata batin untuk menimbang dan di kritisi hasil ramalan yang perlu di kaji ulang kebenarannya.

Dalam permainan politik sebenarnya mudah kita menganalisa tentang permasalahan di atas, dengan cara bahwa presiden ke-7 akan jatuh kepihak oposisi atau pihak istana yang akan duduk kembali bertahta. Kalau melihat hitungan statistik dari sebuah sejarah tidak menutup kemungkinan akan terjadi penguasa baru, tetapi yang perlu di ingat walaupun terjadi penguasa baru tidak akan mudah membalikkan keadaan tanpa restu dari pihak istana, sehingga saya punya hitungan pihak oposisi akan di untungkan 40 persen dalam pemilihan presiden Indonesia mendatang, sedangkan pihak istana sekitar 60 persen.

Berangkat dari argumen statistik diatas anda sudah bisa menafsirkan bahwa pemenang pemilihan presiden ke-7 nanti tidak jauh dari pihak yang di restui istana, jadi agak sulit apabila ingin menjadi presiden ke-7 tanpa restu dan dukungan beliau. Walaupun gambaran ini bisa berubah setiap saat, jika pihak istana mengalami blunder dalam berpolitik, tetapi kalau tetap bisa memainkan permainan dengan cantik seperti sedia kala, maka tidak lain dan tidak bukan pihak istana atau orang dekat istana akan menang kembali di pilpres yang ke-7, dengan catatan tetap bisa menebar senyum bahagia bagaimanapun keadaan negara saat ini.

Namun yang perlu di ingat bahwa pihak nomor satu istana nanti sudah tidak bisa mencalonkan lagi, karena terbentur Undang-undang yang mengatur presiden naik lebih dua kali melanggar hukum. Nah! disini nanti pihak istana akan membuat skenario yang tak kalah jauh menarik dengan kondisi pilpres di waktu pemilihan presiden ke-6 Indonesia waktu itu.



Nah Kalo Ini adalah Menurut Presiden Indonesia ke-7 RAMALAN SUPRANATURAL


Ada tujuh satrio piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit , berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut :

1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.

2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.

3. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.

4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.

5. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.

6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong / dari menteri menjadi presiden) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.

7. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Yang Maha Kuasa. Dengan selalu bersandar hanya kepada Yang Maha Kuasa, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati.

Post a Comment